ISPA Pada Kucing

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) merupakan sebutan umum untuk menggambarkan adanya gejala infeksi pada saluran pernafasan bagian atas kucing, biasanya sangat mudah menular antar kucing namun kebanyakan tidak sampai berakibat fatal (kecuali tidak ditangani dengan baik).Kucing yang sembuh dari ISPA berpotensi menjadi carrier dan menularkan ke kucing lainnya.Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan leleran dari mata dan hidung.

Sebagian besar kasus ISPA pada kucing dikarenakan oleh empat macam penyebab, dua virus yang menimbulkan gejala agak parah adalah Calicivirus dan Rhinotracheitis virus, sedangkan gejala infeksi saluran pernafasan bagian atas yang lebih ringan biasanya disebabkan oleh Chlamydia dan Reovirus.

Gejala umum dari ISPA yang disebabkan keempat penyebab diatas adalah bersin bersin bersin dan mata atau hidung yang bengkak. ISPA yang disebabkan Reovirus biasanya tidak menunjukkan gejala lain selain tersebut diatas dimana kucing tidak menunjukkan demam dan masih mempunyai nafsu makan yang normal. ISPA jenis ini bisa sembuh sendiri namun untuk mencegah infeksi sekunder biasanya diberikan antibiotik dan obat tetes atau salep mata.

ISPA yang disebabkan Chlamydia (biasa juga disebut pneumonitis) mempunyai gejala yang sedikit lebih berat dibandingkan akibat reovirus, disini kucing mungkin akan sedikit demam dan nafsu makannya sedikit menurun. Chlamydia adalah suatu organisme yang mirip bakteri. Pengobatan untuk ISPA jenis ini biasanya berupa antibitotika dan obat mata untuk mencegah infeksi sekunder.

Gejala ISPA yang lebih parah diakibatkan oleh calicivirus,pada keadaan ini terjadi kucing mengalami demam dan pembengkakan pada mata serta mengeluarkan leleran dari hidungnya. Pada mulut bisa terdapat ulcer (luka), adanya luka dan hidung yang tersumbat ini membuat kucing kehilangan nafsu makan yang selanjutnya menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan, kesemuanya memperburuk keadaan kucing dan menurunkan daya tahan kucing juga, hal ini menyebabkan kucing lebih mudah terserang penyakit lainnya.

Pada ISPA karena Rhinotracheitis virus juga terjadi peradangan pada mata dan bahkan beberapa menimbulkan bekas yang permanen. Karena rhinotracheitis virus merupakan golongan herpesvirus maka pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan obat obat anti herpes virus.

Pada calicivirus juga dikenal adanya “limping kitten syndrome” dimana kucing mengalami demam disertai pembengkakan pada sendi sendinya.

Prognosa (kemungkinan kesembuhan) dari ISPA biasanya baik, namun kasus ISPA yang tidak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal.Selain pengobatan antibiotika, penanganan ISPA terkadang juga memerlukan “pemberian pakan” secara paksa. Dengan penanganan yang tepat ISPA biasanya bisa disembuhkan dengan baik.

Program vaksinasi yang biasa diberikan pada kucing biasanya sudah mencakup pencegahan terhadap ISPA karena Calicivirus dan Rhinotracheitis virus, yang penting untuk diperhatikan bahwa vaksinasi tidaklah menjamin kucing 100% terlindung dari penyakit ini sehingga praktik pemeliharaan kucing yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kucing tetap sehat.

10 tanggapan untuk “ISPA Pada Kucing

  1. Dok, kucing saya usia sekitar 3 bln, lagi sakit flu, bersin2 sudah bbrp minggu, mulut bau, badan agak hangat dan mata berair sampai menutup, nafsu makan agak berkurang. Trus dikasih resep fluimucyl sama drh pas lagi steril kucing yg lain, tapi kucing yg flu ini ga saya bawa karna saya sdh bawa 2 kucing unt disteril. Apakah obat fluimucyl ini sudah tepat dok ? Terima kasih dok.

    Suka

    1. Hai Alfaz

      Menurut saya dokter tidak salah memberikan Fluimucyl pada kucing tersebut, karena tujuannya untuk meredakan gejala pernafasannya.

      Akan tetapi akan lebih baik lagi, jika kucing yang sakit tersebut dibawa langsung ke dokter sehingga dokter bisa mendiagnosa lebih dalam lagi.

      Dari gejala yang dijelaskan Alfaz dimana muncul gejala demam, keluar air mata dan mulut bau busuk, biasanya ini karena virus. Sehingga usahakan sedapat mungkin untuk menjaga agar jangan sampai ada kontak antara kucing yang sakit ini dengan kucing lain yang masih sehat. Dan alat alat yang bersentuhan dengan kucing yang sakit supaya di bersihkan dengan larutan desinfektan

      Suka

      1. Larutan desinfektan itu adalah larutan pembunuh kuman atau virus, banyak macam dan merk di pasaran- apabila di tempat Alfaz ada pet shop, bisa ditanyakan di situ.

        Sedangkan antiseptik juga pembunuh kuman, namun lebih ringan sehingga tidak merusak kulit. Bisa saja dipakai jika tidak ada desinfektan.

        Apabila tidak ada,bisa juga dicuci dengan deterjen atau larutan pemutih (yang mengandung klorine).

        Suka

      2. Terima kasih banyak dok penjelasannya. Maaf dok mau tanya lagi, untuk menurunkan panas pd kucing, boleh pakai paracetamol ya dok, seperti anakonidin ? Soalnya saya pernah dengar dari drh di tempat lain, boleh asalkan dosisnya sedikit saja.

        Suka

      3. Suhu normal kucing 38 – 39,2 derajat C (diatas suhu normal manusia), jadi tidak perlu terburu buru khawatir jika suhu badan kucing terasa hangat.

        Karena tidak mudah menentukan jumlah yang “sedikit” , maka saya cenderung untuk tidak menggunakan penurun panas.Lebih penting mengobati penyakit yang menyebabkan suhunya naik.

        Suka

    1. syukurlah kalau nafsu makannya masih baik, tapi dari gejalanya mengarah ke adanya infeksi saluran pernafasan – mengenai obatnya sebaiknya konsultasikan secara lngsung dengan dokter terdekat karena tidak pada tempatnya saya menganjurkan pengobatan tanpa melihat dan memegang lngsung pasiennya

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s