Cara Melihat Jenis Kelamin Kucing

Walaupun nampak sepele namun melihat jenis kelamin kucing terkadang tidak mudah dilakukan, terutama pada anak kucing yang berusia kurang dari dua bulan. Beberapa klien saya menceritakan pengalaman anak kucingnya berubah jenis kelamin ketika sudah dewasa, tentu saja maksudnya anak kucing yang tadinya dikira jantan ternyata adalah betina ketika dewasa – atau sebaliknya.

Setidaknya terdapat dua cara untuk melihat jenis kelamin seekor anak kucing yang bisa dilakukan siapa saja, yang pertama dengan melihat warna rambutnya dan yang kedua dengan melihat secara fisik alat kelaminnya.

Walaupun tidak selalu bisa, namun pada keadaan tertentu jenis kelamin seekor kucing bisa dilihat dari warna bulunya. Seperti kita ketahui kucing yang memiliki tiga warna rambut, hampir bisa dipastikan – berjenis kelamin betina. Hal ini dikarenakan gen warna rambut melekat pada gen kelamin X, jadi seekor kucing yang memiliki dua warna (plus satu warna putih) pasti memiliki dua gen X yang berarti adalah betina.

Waktu yang paling mudah untuk melihat jenis kelamin adalah pada awal kelahiran. Kucing jantan mempunyai lobang kecil dibawah anus, sehingga ketika kita mengangkat ekornya akan terlihat dua titik lubang: yang atas adalah lubang anus sedangkan yang bawah adalah lobang kelamin. Ketika kucing jantan menanjak dewasa akan semakin terlihat adanya tonjolan alat kelaminnya, dua kantung scrotum (buah zakar) juga akan terlihat semakin membesar.

Pada kucing betina, dibawah anus akan terlihat adanya garis belahan kecil, ini adalah belahan vulva (bibir alat kelamin betina). Semakin dewasa kucing betina maka belahan ini akan nampak semakin jelas.

 

ilustrasi anak kucing berkelamin jantan, ditandai dengan adanya kantung scrotum

 

ilustrasi anak kucing berkelamin betina, ditandai adanya celah seperti garis dibawah anus.

Mengetahui jenis kelamin seekor kucing adalah penting, selain untuk menghindari penamaan yang tidak tepat, beberapa problem kesehatan dan tingkah laku juga dipengaruhi oleh jenis kelamin, misalnya penyakit yang berhubungan dengan saluran perkencingan bisa terjadi baik pada kucing jantan maupun betina namun dibandingkan dengan kucing betina, misalnya kucing jantan memiliki resiko yang lebih besar atas terjadinya sumbatan pada saluran kencing.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s